TEMU BUDAYA NASIONAL 2010 “Seni Menjunjung Alam”

LOGO TBN
Taman Budaya Riau dalam waktu ini tepatnya pada tanggal 20 sampai dengan 24 Juli 2010 mendatang, akan menjadi tuan rumah Temu Budaya Nasional. Salah satu kegiatan pertemuan budaya terbesar yang diikuti oleh seluruh Taman Budaya dari 33 provinsi di Indonesia. Bapak Pulsiamitra, SE selaku kepala Taman Budaya Riau menuturkan bahwa Taman Budaya atau apa pun namanya merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas keberadaan dan perkembangan kesenian setempat. Untuk itu, institusi ini senantiasa dituntut untuk melakukan usaha-usaha pembinaan dan pengembangan kesenian. Pada dasarnya pembinaan dan pengembangan seni ialah suatu proses pelestarian, pemanfaatan dan pewarisan suatu keberadaan seni dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam pembinaan dan pengembangan kesenian terdapat rangkaian proses penyelamatan budaya dari kepunahan yang kemudian diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kebudayaan dan kesenian tersebut dimanfaatkan sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak dalam setiap masyarakat/kelompoknya. ’Pedoman dalam bersikap’ ini hendaknya dimaknai secara luas, mencakup segala sendi-sendi kehidupan, termasuk didalamnya dalam mengarifi alam sekitarnya. Terlebih lagi seni memang tidak jauh dari lingkungan alam yang melahirkannya, dan kemudian seni mengambil mata air kreatifitas dari alam. Begitu banyak sumbangan alam terhadap kehidupan seni, sehingga kebudayaan dan kesenian tidak bisa dipisahkan dengan alam. Maka ketika alam ini sakit dan dizalimi, seyogyanya seni yang pertama kali ”pasang badan” membela dan merawat alam. Di tengah hiruk pikuk pemanasan global yang menjadi sentral isu dewasa ini, yang ternyata membuat kita terperangah terhadap kondisi bumi yang kita tempati, nampaknya seni harus bersikap membela bumi yang sakit, meskipun terlambat. Seni yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, bahkan berhubungan langsung dengan jiwa, tentu saja memiliki peran besar menyadarkan manusia dalam bersikap terhadap bumi yang kita huni. Maka tidaklah berlebihan jika Temu Budaya Nasional 2010 ini mengangkat tema penyadaran ”Seni Menjunjung Alam”. Barangkali ini menjadi sumbangan seni terhadap bumi yang sama-sama kita cintai, demikian tutur ”bang Pul” (panggilan akrab beliau dikalangan seniman) ketika ditemui di ruang kerja beliau.

Pulsiamitra, SE
Kegiatan Temu Budaya Nasional 2010 yang diselenggarakan oleh Taman Budaya Riau ini bertujuan antara lain untuk :
- Meningkatkan hubungan kerjasama sesama Taman Budaya Se-Indonesia dalam rangka meningkatkan pembinaan dan pengembangan kesenian.
- Meningkatkan hubungan seniman, pelaku seni masing-masing daerah guna memacu kreatifitas dan produktifitas seni.
- Ikut memberikan kontribusi terhadap isu-isu yang berkembang dewasa ini menyangkut pelestarian alam.
- Memberdayakan peran aktif seniman, pelaku seni dalam usaha menjaga kelesatarian alam.
- Membuka ruang kreatifitas pelaku seni untuk mengangkat tema-tema baru yang beragam disekitar kehidupan kita.
- Menyadarkan masyarakat terhadap kondisi alam dewasa ini melalui kesenian.
Berikut adalah hal – hal mengenai seputar Temu Budaya yang dilaksanakan pada hari Selasa sampai dengan sabtu tanggal 20 sampai dengan 24 Juli 2010.
BENTUK KEGIATAN
Bentuk kegiatan Temu Budaya Nasional berupa pergelaran seni , pameran, pembacaan puisi dan antologi dari masing-masing provinsi Se-Indonesia. Disamping itu pula akan ditampilkan berbagai seni pertunjukan tradisi daerah Riau, kuliner dan pameran cenderamata dengan mengangkat tema besar ” Seni Menjunjung Alam”
Materi kegiatan Temu Budaya Nasional ”Seni Menjunjung Alam” , meliputi :
PERGELARAN SENI
Pergelaran ini bersifat non lomba, dengan diikuti oleh seluruh peserta Temu Budaya Nasional yang terdiri dari utusan masing-masing provinsi.
Bentuk Penyajian
Bentuk penyajian bebas dengan mengangkat tema alam. Garapan kekinian dengan berpijak pada tradisi. Materi pergelaran bisa berupa paket gabungan antara tari, musik dan teater atau menampilkan satu cabang seni tertentu. Durasi 20 – 40 menit. Iringan Dengan menggunakan musik langsung hidup / tidak menggunakan kaset dengan peralatan disiapkan masing – masing.
Tempat Pertunjukan / Penampilan Di gedung Teater Tertutup Anjung Seni Idrus Tintin dalam bentuk stage proscenium ( uk. 18 x 12 m ), tata suara dan tata lampu standar.
Keterangan Pengiriman data pergelaran seni paling lambat tanggal 5 Juli 2010.
PAMERAN SENI RUPA
Adalah Pemeran karya – karya seni yang diikuti setiap peserta Temu Budaya Nasional yang merupakan perwakilan masing-masing provinsi dengan ketentuan :
- Sifat pameran adalah pameran biasa, tidak diadakan penilaian, kurasi akan dilakukan secara umum sebagai bagian dari usaha meningkatkan perkembangan kualitas seni rupa di Indonesia.
- Peserta Pameran adalah seniman rupa yang ditunjuk / mewakili Taman Budaya setempat.
- Materi Pameran berupa karya seni lukis.
- Jumlah Karya Minimal 2 (dua) karya dan Maksimal 4 (empat) karya.
- Ukuran Karya Minimal 60 x 70 cm x 1 cm (frame/bingkai) dan Maksimal 75 x 125 cm x 1 cm (frame/bingkai)
- Tahun pembuatan dari tahun 2007 s/d 2010.
- Karya seni rupa yang lain (patung, kriya kayu, kriya logam) ukuran maksimal tinggi 100 cm.
- Panitia tidak melakukan seleksi terhadap karya-karya yang akan dipamerkan, kecuali pada hal-hal khusus yang dianggap SARA.
- Pengepakan, pengiriman dan pengembalian karya merupakan tanggung jawab masing-masing kontingen.
- Peserta pameran harap menyerahkan, Data Karya, Biodata, foto karya, foto diri 2 buah ukuran 4 x 6 cm, selambat-lambatnya tanggal 5 Juli 2010 sudah diterima panitia, apabila terlambat dengan sangat menyesal tidak tercantum dalam buku catalog.
- Karya diterima oleh Panitia tanggal 15 Juli 2010.
.
BACA PUISI DAN ANTOLOGI
Antologi Sastra Dalam rangka pemetaan karya sastra khususnya puisi, panita akan menerbitkan antologi puisi. Adapun ketentuan sbb :
- Tiap propinsi mengirimkan 3 (tiga) buah puisi karya penyair setempat.
- Karya puisi yang masuk ke panitia akan dikurasi oleh tim yang terdiri dari sastrawan nasional yang dibentuk oleh panita.
Baca Puisi Baca puisi diikuti oleh masing-masing peserta dengan ketentuan sbb :
- Puisi yang bacakan merupakan karya yang masuk dalam antologi puisi di atas.
- Pembaca puisi dimaksud adalah penyair penciptanya.
- Durasi bebas - Materi dikirim paling lambat tanggal 5 Juli 2010.
- Setiap propinsi diharapkan dapat mengirimkan karya 2 orang penyair.
.
DIALOG DAN WORKSHOP SENI
- Dialog Seni Dialog seni mengetengahkan perbincangan seputar perkembangan seni (masing-masing percabangan seni) dengan nara sumber para pakar / ahli seni / kritikus yang telah memiliki pengalaman baik tingkat nasional maupun internasional.
- Workshop Seni Workshop seni akan diisi dengan materi pelatihan pengelolaan seni pertunjukan dan berbagai penunjangnya.
- Peserta adalah Semua peserta Temu Budaya Nasional, Seniman / pekerja seni / guru kesenian / pers dari Propinsi Riau ( berdasarkan undangan panita )
.
TEMU KEPALA TAMAN BUDAYA SE-INDONESIA
- Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala Taman Budaya Se-Indonesia, Direktur Kesenian, Dirjen Nilai Seni Budaya dan Film, dan instansi terkait
- Kegiatan ini akan dikoordinasikan oleh Direktorat Kesenian, Dirjen NSBF, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI.
.
PERTUNJUKAN SENI TRADISI DAERAH RIAU DAN MASYARAKAT SUKU PEDALAMAN
Pertunjukan Seni Tradisi Daerah Riau dan Masyarakat Suku Pedalaman merupakan kegiatan pendamping Temu Budaya Nasional. Kegiatan ini menyajikan berbagai bentuk seni pertunjukan unggulan Kabupaten/Kota Se-Riau dan berbagai atraksi budaya masyarakat pedalaman yang ada di wilayah Riau. Peserta Kabupaten/Kota Se-Riau Masyarakat suku – suku pedalaman yang ada di wilayah Riau dengan koordinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Riau. Materi Bebas (menampilkan berbagai kekayaan seni tradisi unggulan dan atraksi budaya suku – suku pedalaman). Durasi 20 – 40 menit. Tempat Pertunjukan / Penampilan Teater Terbuka, halaman dan tempat lain di lingkungan Taman Budaya Riau.
.
PAMERAN KULINER DAN CENDERAMATA
Pameran kuliner dan cenderamata termasuk kegiatan pendamping Temu Budaya Nasional. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenalkan berbagai kekayaan kuliner dan cenderamata Riau ke khalayak umum terutama peserta Temu Budaya Nasional. Pameran Kuliner dan Cenderamata akan menampilkan berbagai keragaman kuliner melayu dan kerajinan khas Riau. Peserta adalah Home Industri dan Pengrajin di Wilayah Riau. Materi adalah Berbagai bentuk kuliner dan cenderamata Waktu pelaksanan dari 20 s/d 24 Juli 2010. Tempat pelaksanaana adalah Pekarangan dan Halaman Taman Budaya Riau.

Dir. MMI
Sementara itu Direktur Malay Music Institute Hari Sandra Hasan atau yang akrab di sapa bang Hari ini, saat ditemui diruang kerjanya, menyambut baik pelaksanaan event ini. “Sebagai salah satu lembaga buadaya yang khas dalam bidang musik, tentunya kita sangat mendukung pelaksanaan event ini, malah jika memungkinkan MMI pun akan ambil bagian dalam kegiatan Temu Budaya Nasional 2010 mendatang” demikian ujar bang Hari. (mmi1)



